Posted by: falihasalwa | January 29, 2009

Puisi dari mama

 Anakku…

Bila ibu boleh memilihApakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu?

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah Sembilan bulan nak…Engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…

Bila
ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus
berjuang melahirkanmu. Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena
kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat
ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan
ketika engkau hadir,tangismu memecah dunia Saat itulah…saat paling
membahagiakanSegala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan, Kalimat syahadat kebesaran
Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah ditelinga
mungilmu

Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan
bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu adalah sebuah rasa luar
biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…

Bila
ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di
lantai menemanimu menempelkan puzzle Maka ibu memilih bermain puzzle
denganmu

Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…

Percayalah
nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada
satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.